-->

Halaman

    Social Items

Esai - Sahabatku Bintang Kucing Yang Malang

Sahabatku Bintang [Kucing yang Malang]


Ini ingatan tertuaku tentang rumah. Usiaku sekitar lima tahun waktu itu. Sudah menjadi kebiasaan dikeluargaku melihat kucing disan-sini karena orang rumah semuanya sangat menyukai binatang yang satu ini. Menurutku, kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan.

Aku pernah memiliki seekor kucing, dia sangat manis dengan warna bulunya yang kuning keemasan, dipadu dengan warna putih yang bersih. Aku sangat menyayangi kucingku hingga tidur pun aku bawa bersama. Kucing itu aku beri nama Bintang.

Selama itu aku menjalin hubungan yang sangat baik dengan Bintang. Hampir disetiap hari aku habiskan bersamanya. Bagiku selain menyenangkan ternyata ada hal lain yang bisa ku dapatkan, tentang bagaimana rasanya persahabatan.

Aku ingat saat aku ingin memasangkan sebuah kalung di lehern Bintang, waktu itu aku minta bapak untuk membuatkannya. Aku ingi memberikan sebuah tanda persahabatan dengan Bintang. Kalungpun sudah jadi, bentuknya sih tidak terlalu bagus tapi cukup membuat Bintang makin cantik. Aku memanggilnya, “Bintang...” dia datang tepat di depanku. Lalu aku menggendongnya dan mulai memasangkan sebuah kalung dileher Bintang. Namun siapa sangka Bintang seakan tidak menyukainya. Dia memberontak akhirnya Bintang mencakar tanganku dan melepaskan diri dari ku.

Aku masih ingat benar goresan yang pernah di berikan oleh Bintang. Meski begitu, kejadian tadi sama sekali tidak mempengaruhi persahabatanku dengan Bintang, aku malah beranggapan bahwa Bintang hanya mengajakku bercanda namun terlalu berlebihan, seperti sepasang sahabat kecil saat tengah bermain.

Lantas keesokan harinya aku kembali memasangkan kalung tanda persahabatan yang telah di buat oleh bapak. Namun aku tidak sendiri, aku di bantu oleh bapak untuk memasangkannya. “yeee berhasil” aku bilang. Seperti yang terlihat Bintang semakin tampak cantik dengan kalung yang melingkar di lehernya.

Hari-hari menyenangkan yang aku lalui bersama sahabatku (Bintang) akhirnya berakhir karena ada sesuatu yang menimpa sahabatku. Bintang keracunan.

Kesedihanku saat itu tidak bisa terelakkan, aku menagis sambil memandangi Bintang dan berusaha untuk membangunkannya. Namun apa daya Bintang sudah tiada.

Selamat tinggal Bintang selamat tinggal sahabat kecilku.


2017 © Pena Kecil - Sahabatku Bintang [Si Kucing yang Malang]

Sahabatku Bintang Kucing Yang Malang

Esai - Sahabatku Bintang Kucing Yang Malang

Sahabatku Bintang [Kucing yang Malang]


Ini ingatan tertuaku tentang rumah. Usiaku sekitar lima tahun waktu itu. Sudah menjadi kebiasaan dikeluargaku melihat kucing disan-sini karena orang rumah semuanya sangat menyukai binatang yang satu ini. Menurutku, kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan.

Aku pernah memiliki seekor kucing, dia sangat manis dengan warna bulunya yang kuning keemasan, dipadu dengan warna putih yang bersih. Aku sangat menyayangi kucingku hingga tidur pun aku bawa bersama. Kucing itu aku beri nama Bintang.

Selama itu aku menjalin hubungan yang sangat baik dengan Bintang. Hampir disetiap hari aku habiskan bersamanya. Bagiku selain menyenangkan ternyata ada hal lain yang bisa ku dapatkan, tentang bagaimana rasanya persahabatan.

Aku ingat saat aku ingin memasangkan sebuah kalung di lehern Bintang, waktu itu aku minta bapak untuk membuatkannya. Aku ingi memberikan sebuah tanda persahabatan dengan Bintang. Kalungpun sudah jadi, bentuknya sih tidak terlalu bagus tapi cukup membuat Bintang makin cantik. Aku memanggilnya, “Bintang...” dia datang tepat di depanku. Lalu aku menggendongnya dan mulai memasangkan sebuah kalung dileher Bintang. Namun siapa sangka Bintang seakan tidak menyukainya. Dia memberontak akhirnya Bintang mencakar tanganku dan melepaskan diri dari ku.

Aku masih ingat benar goresan yang pernah di berikan oleh Bintang. Meski begitu, kejadian tadi sama sekali tidak mempengaruhi persahabatanku dengan Bintang, aku malah beranggapan bahwa Bintang hanya mengajakku bercanda namun terlalu berlebihan, seperti sepasang sahabat kecil saat tengah bermain.

Lantas keesokan harinya aku kembali memasangkan kalung tanda persahabatan yang telah di buat oleh bapak. Namun aku tidak sendiri, aku di bantu oleh bapak untuk memasangkannya. “yeee berhasil” aku bilang. Seperti yang terlihat Bintang semakin tampak cantik dengan kalung yang melingkar di lehernya.

Hari-hari menyenangkan yang aku lalui bersama sahabatku (Bintang) akhirnya berakhir karena ada sesuatu yang menimpa sahabatku. Bintang keracunan.

Kesedihanku saat itu tidak bisa terelakkan, aku menagis sambil memandangi Bintang dan berusaha untuk membangunkannya. Namun apa daya Bintang sudah tiada.

Selamat tinggal Bintang selamat tinggal sahabat kecilku.


2017 © Pena Kecil - Sahabatku Bintang [Si Kucing yang Malang]

Subscribe Our Newsletter