-->

Halaman

    Social Items

Dear kamu yang seringkali datang dan pergi dalam hidupku. Mendekapku erat namun seketika itu mengabaikanku, memberikan hal indah namun kembali mengacaukannya, menyembuhkan luka namun menggoresnya lebih dalam lagi dan memberikanku harapan lalu membuangku.
mencintai tanpa di cintai

Aku menyadari, bahwa seringkali kamu memberikan hal-hal mengejutkan yang membuatku bahagia, membuatku merasa nyaman, tenang, aman dan kuat. Sering sekali peluk erat kamu berikan padaku, senyum terindahmu pun tak pernah lepas dari pandanganku, membuatku merasa penting di hidupmu.
Tapi itu kamu, yang selalu menjadi kamu dan melakukan apapun sesuka hatimu.
Melakukan apa saja yang membuatmu bahagia. Bisa jadi, kamu hanya kebetulan melakukan sesuatu yang aku suka dan membuatku bahagia. Namun aku tahu bukan itu tujuan utamamu. Kamu hanya memelukku saat kamu butuh pelukan di tengah kehidupanmu yang terkadang sepi. Kamu tidak ingin kehilangan aku, tapi nyatanya kehilangan aku bagimu bukan seperti apa yang aku bayangkan.
Kamu hanya takut kehilangan penghiburmu. Kamu takut tidak ada lagi yang bisa menjadi pelampiasan kesepianmu. Perasaanmu tidak nyata untukku.
Sesekali bertanyalah pada dirimu! Tidakkah kamu takut ketika Tuhan menukar posisi kita? Dimana Aku menjadi kamu, kamu menjadi aku.
Aku menyayangimu dengan tulus atau bisa di bilang “aku menyayangimu dengan bodoh”, begitu kata sahabatku. Aku tidak peduli seberapa dalam luka yang kamu berikan atau seberapa dalam kamu menyakiti aku. Aku selalu menerimamu ketika kamu datang dengan sejuta kesedihanmu dan membutuhkan aku untuk mengusir kesepianmu.

Aku hanya akan menangis sesekali ketika kamu mulai asyik dengan duniamu atau dengan siapapun mereka, lalu mengabaikan aku seakan aku tidak pernah ada. Aku akan terus tersenyum mendengarmu bercerita menggebu-gebu meski itu bukan tentang kita, bukan tentang aku. Aku hanya akan diam ketika kamu menyakiti. Aku tidak pernah berpikiran untuk membalasmu sedikit pun. Aku hanya akan diam ketika kamu menghancurkan hatiku.

Aku akan menyimpannya dan menyatukannya kembali sendiri. Aku hanya akan memendam kekecewaanku dalam-dalam kepadamu. Aku hanya akan tersenyum. Aku hanya akan mendoakan semoga hidupmu diiringi kebahagiaan selalu.

Aku tidak apa-apa, dek! Tenanglah saja! Jalani saja yang hatimu mau. Jika kamu membutuhkanku, datanglah ke sini! Aku di sini untukmu, meskipun hatiku belum sepenuhnya sembuh. Tidak akan kamu rasakan kekecewaanku. Aku tidak apa-apa, dek. Berlarilah sejauh mungkin, kejarlah apa yang kamu mau! Kembalilah kapan saja! Kamu tidak perlu takut sendirian. Selama ini, bukankah aku selalu ada ketika kamu butuhkan?
Bukankah aku tidak pernah mengeluh tentang perlakuanmu kepadaku? Mungkin pernah tapi itu sebatas ingin melihat reaksimu.
Tapi, aku tidak bisa menjanjikan ini selamanya. Aku juga ingin ada seseorang yang mengharapkan aku seperti aku mengharapkanmu. Aku tahu Tuhan sudah menyiapkannya untukku. Aku tidak bisa selamanya setegar ini untukmu. Aku hanya lelaki biasa. Hatiku tidak setegar itu. Lama-kelamaan, aku akan mati sendiri jika tetap keras kepala membiarkanmu tinggal di hatiku. Bisa-bisa mati hatiku kamu biarkan seperti itu. Jika tiba saatnya nanti, saat Tuhan mempertemukan aku dengannya yang menginginkanku, kumohon padamu jangan menyesal.

Jangan sesali lelaki yang pernah menyayangimu dengan tulus sedalam ini. Jangan pula memintaku kembali untukmu. Aku tidak ingin mengecewakannya yang menginginkan aku. Karena aku tahu benar bagaimana rasanya menginginkan seseorang yang tidak pernah menginginkanmu.
Bagiku, kamu cukup tahu bahwa aku pernah mencintaimu sedalam ini hingga membunuhku sendiri.
penakecil.id

Aku Tahu Bagaimana Rasanya Menginginkan Seseorang Yang Tidak Pernah Menginginkan Kita

Dear kamu yang seringkali datang dan pergi dalam hidupku. Mendekapku erat namun seketika itu mengabaikanku, memberikan hal indah namun kembali mengacaukannya, menyembuhkan luka namun menggoresnya lebih dalam lagi dan memberikanku harapan lalu membuangku.

mencintai tanpa di cintai

Aku menyadari, bahwa seringkali kamu memberikan hal-hal mengejutkan yang membuatku bahagia, membuatku merasa nyaman, tenang, aman dan kuat. Sering sekali peluk erat kamu berikan padaku, senyum terindahmu pun tak pernah lepas dari pandanganku, membuatku merasa penting di hidupmu.
Tapi itu kamu, yang selalu menjadi kamu dan melakukan apapun sesuka hatimu.
Melakukan apa saja yang membuatmu bahagia. Bisa jadi, kamu hanya kebetulan melakukan sesuatu yang aku suka dan membuatku bahagia. Namun aku tahu bukan itu tujuan utamamu. Kamu hanya memelukku saat kamu butuh pelukan di tengah kehidupanmu yang terkadang sepi. Kamu tidak ingin kehilangan aku, tapi nyatanya kehilangan aku bagimu bukan seperti apa yang aku bayangkan.
Kamu hanya takut kehilangan penghiburmu. Kamu takut tidak ada lagi yang bisa menjadi pelampiasan kesepianmu. Perasaanmu tidak nyata untukku.
Sesekali bertanyalah pada dirimu! Tidakkah kamu takut ketika Tuhan menukar posisi kita? Dimana Aku menjadi kamu, kamu menjadi aku.
Aku menyayangimu dengan tulus atau bisa di bilang “aku menyayangimu dengan bodoh”, begitu kata sahabatku. Aku tidak peduli seberapa dalam luka yang kamu berikan atau seberapa dalam kamu menyakiti aku. Aku selalu menerimamu ketika kamu datang dengan sejuta kesedihanmu dan membutuhkan aku untuk mengusir kesepianmu.

Aku hanya akan menangis sesekali ketika kamu mulai asyik dengan duniamu atau dengan siapapun mereka, lalu mengabaikan aku seakan aku tidak pernah ada. Aku akan terus tersenyum mendengarmu bercerita menggebu-gebu meski itu bukan tentang kita, bukan tentang aku. Aku hanya akan diam ketika kamu menyakiti. Aku tidak pernah berpikiran untuk membalasmu sedikit pun. Aku hanya akan diam ketika kamu menghancurkan hatiku.

Aku akan menyimpannya dan menyatukannya kembali sendiri. Aku hanya akan memendam kekecewaanku dalam-dalam kepadamu. Aku hanya akan tersenyum. Aku hanya akan mendoakan semoga hidupmu diiringi kebahagiaan selalu.

Aku tidak apa-apa, dek! Tenanglah saja! Jalani saja yang hatimu mau. Jika kamu membutuhkanku, datanglah ke sini! Aku di sini untukmu, meskipun hatiku belum sepenuhnya sembuh. Tidak akan kamu rasakan kekecewaanku. Aku tidak apa-apa, dek. Berlarilah sejauh mungkin, kejarlah apa yang kamu mau! Kembalilah kapan saja! Kamu tidak perlu takut sendirian. Selama ini, bukankah aku selalu ada ketika kamu butuhkan?
Bukankah aku tidak pernah mengeluh tentang perlakuanmu kepadaku? Mungkin pernah tapi itu sebatas ingin melihat reaksimu.
Tapi, aku tidak bisa menjanjikan ini selamanya. Aku juga ingin ada seseorang yang mengharapkan aku seperti aku mengharapkanmu. Aku tahu Tuhan sudah menyiapkannya untukku. Aku tidak bisa selamanya setegar ini untukmu. Aku hanya lelaki biasa. Hatiku tidak setegar itu. Lama-kelamaan, aku akan mati sendiri jika tetap keras kepala membiarkanmu tinggal di hatiku. Bisa-bisa mati hatiku kamu biarkan seperti itu. Jika tiba saatnya nanti, saat Tuhan mempertemukan aku dengannya yang menginginkanku, kumohon padamu jangan menyesal.

Jangan sesali lelaki yang pernah menyayangimu dengan tulus sedalam ini. Jangan pula memintaku kembali untukmu. Aku tidak ingin mengecewakannya yang menginginkan aku. Karena aku tahu benar bagaimana rasanya menginginkan seseorang yang tidak pernah menginginkanmu.
Bagiku, kamu cukup tahu bahwa aku pernah mencintaimu sedalam ini hingga membunuhku sendiri.
penakecil.id

Subscribe Our Newsletter